7 January 2008
Pas Kemaren" Gw bener" bingung ga tau mo ngapain, mo BelaJar ga Konsen, mo ke kampus tar d sana g da siapa" maklum mo Ujian. Setelah dengan kebingungan yang bikin Gw jelas" kesel, akhirnya gW mutusin buat cari" pelem, awalnya gw Liat" dulu film nya nyeritain tentang apa aja dan dengan muka habis lari 10 Km akhirnya gw tonton tuh Pelem dengan berjudul "INNOCENT MOVES". awal tuh pelem seperti pelem dokumenter gitu, tapi selang beberapa menit pun ketahuan tuh pelem ternyata baru intro doank dan sedang nyeritain tentang Bobby Pischer (bener ga ya nulisnya??? ^^) yang sangat berambisi dan bernafsu untuk menjuarai dunia percaturan (bahasanya kaya taun '45-an). Tapi itu hanya intro saja dan yang sebenarnya yang diceritain adalah seorang anak sekitar 7 tahunan yang udah jago banget bermain catur dan bisa mengalahkan seorang pecatur jalanan yang karakter bermainnya berdasarkan kecepatan dan mengintimidasi lawan dengan tatapan (beuh so sweet). Ditengah" pelem ternyata ayahnya berambisi untuk menjadikan dia Bintang di kejuaraan dunia catur sedunia ( bahasanya jadi rancu gini), dengan begitu si anak merasa tertekan dan tidak menikmati lagi apa itu permainan catur. Saat pertandingan dimulai pada babak pertama Ia kalah dalam penyisihan di daerahnya dengan waktu yang sangat cepat, yaitu 7 menit. Dengan Kekalahan yang ia dapatkan maka Si ayah mirip seekor banteng yang sedangdilecehkan seorang matador maka si anak pun menjadi korban keganasan kata-katanya yang mirip Cabe dari warung si Emak (naon deuih). Sang ayah pun berantem dengan ibu dari anaknya tentang masalah pendidikan yang diterapkan, karena si Ibu merasa anaknya bukan lagi seorang anak tapi seperti Seonggok Robot yang hanya bisa bergerak apabila disuruh oleh sang majikan. Dengan tegas Sang ibu akan membawa anaknya pabila Si ayah tetap menerapkan pola pengasuhan yang sama, selang beberapa hari pun si ayah menyerah dan akan merubah pola asuhnya. Menjelang Kejuaraan dunia antar anak" si Ayah bukan mengajarkan nya catur melainkan ia dibawa ke laut untuk memancing, bermain pasir yang bertujuan tak lain dan tak bukan adalah untuk menyenangkan hati si anak. Tanpa Persiapan apapun dalam menghadapi Kejuaraan dengan santainya ia mengalahkan satu-persatu pemain yang lainnya. Saat" yang ditunggu-tunggu pun telah tiba, yaitu bertemu di FINAL dengan seorang anak yang hidup hanya untuk catur, ia tidak pernah mengecap bangku sekolah formal, karena ia hanya sekolah catur saja. Dengan Sangat SerU dan mendebarkan akhirnya Si anak yang menjadi tokoh utama ini pun menawarkan remis karena ia sudah tau akan menang, namun dengan somBong dan Angkuhnya Seekor anak yang berkarakter jahat itu pun menolak dengan keras karena sudah melcehkannya. Walhasil ini menguntungkan Si tokoh dan Pertandingan pun dimenangkan oleh sang Tokoh utama. Ni Pelem Mengenangkan akan Masa Depan Gw (membayangkan kalee!!) yang akan Menjadi seorang ayah (Kuliah dulu yang bener mas!!) yang ternyata, anak bukanlah diri kita yang bisa kita bentuk seenak perut. Ternyata untuk menjadikan seorang anak yang mempunyai karakter yang baik bukanlah masalah Kalah atau menang, salah atau Benar, Baik atau Buruk, tetapi mengarahkan yang salah menjadi benar, dan mengarahkan yang Baik menjadi buruk (maksudnya Buruk menjadi baik, abis kata awalnya baik sih, yaelah di bahas...). Semoga dan mudah"an nanti ke depan Gw punya ilmunya menjadi seorang ayah 'N bisa jadi seorang ayah yang tetap belajar dari apapun dan siapapun (Beuh jadi pengen" cepet" lulus nih )..
Oia hampir lupa, kejadian ini mirip sama yang gW alamin d Organisasi yang Gw jalanin, masalahnya gW terlalu menekan Temen" Gw supaya kerjaan mereka bisa selesai dengan baik, tetapi itu malah membuat anggota yang ada menjadi Ga nyaman dengan kondisi seperti itu, Walhasil beberapa anggota mengeluh dan satu orang dari mereka Sempet mo Cabut gara" proses yang Gw terapin gak sesuai dengan kondisi "Culture" yang ada. Semoga "kediktatoran" Gw di semester kemaren bisa membuat Gw ngerti apa itu namanya Proses ... Wallahu'alam
--- Do not follow where the path may lead, But Go, Instead, where there is no path and leave a Trail---